Kamis, 17 Maret 2011

FF : twilight + harry potter

alow alow , para pembaca :D:D:D
sebenarnya nih , aku mau minta maap sama nih blog , hehe , karena ternyata bin ternyata , dia telah menerbitkan my first posting , tapi karena terdapat kesalahan koneksi , jadinya ya .. gitu deh . jadi , ceritanya , saya sudah memposting 2 buah post yang gaje .

okeh , jadi sekarang pada postingan ketiga ini , saya mau .... boker .
oh , bukanbukan , bukannya saya mau boker karena bahan pokok di resto pup kami udah abis , bukan ,
sekarang saya ingin berbagi sebuah cerita fiksi yang gaje .
yang suka , lakukan 5d seperti yang saya anjurkan di propil saya , tapi yang tidak suka , saya mohon . jangan bilang-bilang siapa siapa . oke ?
and please no bashing :D

judulnya adalah ..... MY PROFESOR IS A VAMPIRE :D:D


“ Harry , bangun Harry “
            Harry membuka matanya. Ia menatap hermione yang berdiri menghadapnya. Harry terloncat dan menatap sekeliling. Ia masih terbaring di tempat tidurnya di asrama. Ditatapnya ron yang sedang merapikan baju tidur yang dipakainya. Harry duduk di tempat tidur lalu mengambil kacamata yang disodorkan Hermione.
            “ Bagaimana kau bisa ada di sini? “ tanya Ron sambil merapikan selimutnya. Tampak sekeliling ruangan sudah kosong. Tiga penghuni yang lain masing-masing sedang berbenah.
            “ Apa?” tanya hermione. Tangannya mengambil handuk dari tempat handuk dan melemparkannya kepada Harry dan Ron.
            Harry menangkap handuk yang dilemparkan Hermione.
            “ Kurasa ini asrama cowok.”sanggah Harry.
            Hermione menatapnya sebentar. Lalu beralih menatap Ron yang masih termangu di tempat tidurnya. Disikutnya Ron sampai terjatuh dari tempat tidur.
            “ Dombledore menyuruhku.” Jawab Hermione “ Hari ini ada guru baru. Orang yang akan membantu kita mengalahkan Voldemort. “
            “ Semua siswa diwajibkan mengikuti pelajaran tambahan yang akan diberikan. “
            “ Bagaimana dengan asrama Slyterhine?”tanya Harry.
            Hermione tersenyum puas. “ Mereka akan dipulangkan jika tidak patuh. Aku sangat berharap Draco akan dilempar pulang dari sini.”
            “ Oke. Sekarang kami benar-benar butuh waktu untuk mandi. “ sahut Ron kepada Hermione. Didorongnya Hermione menuju pintu kamar dan menutup pintunya. Hermione  mengganjal pintu dengan kakinya dan berseru kedalam.
            “ Semua siswa diharap turun ke aula 10 menit lagi.”
Ron menendang kaki Hermione yang mengganjal pintu sekali. Hermione mengaduh kesakitan lalu menarik kakinya,
            “ KUHARAP MEREKA JUGA DAPAT MENGAJARKAN SOPAN SANTUN KEPADAMU, RONALD WEASLEY!”
            Ron berbalik menatap Harry.
            “ Mereka? Berapa orang yang akan menjadi guru tambahan kita?”
***
Dua sosok berjalan di tengah  dinginnya udara di luar kastil Hogwarts. Kedua sosok itu terbungkus mantel hitam gelap. Seorang menatap langit yang mendung. Tangannya yang terbungkus mantel panjang tersingkap saat ia menyentuh tanaman bunga yang membeku. Tangannya hampir sama pucatnya dengan es yang bertebaran.
            “ Bella sayang, perisaimu masih kurang kuat. Aku hanya bisa mendengarmu samar-samar sekarang.”
            Sosok yang kedua menatapnya. Matanya yang berwarna orange menatap sosok pertama.
            “ Ini sedikit sulit dilakukan, Edward.”
            Sosok pertama tersenyum kecil. “Aku tau.” Jawabnya singkat. “ Aku juga susah mengendalikan apa yang aku dengar.”
            “ Edward,”
            Sosok pertama menunduk, menatap sosok kedua.
            “ Disana pasti ada banyak sekali anak anak.”
            Sosok pertama mengangguk pelan. Dibalasnya tatapan mata sosok kedua yang mendongak.
            “ Anak-anak manusia.” Lanjut sosok kedua.
Edward menggeleng, lalu merangkul sosok kedua.
            “ Bagaimana kalau aku tidak bisa menahan diri?” tanya sosok kedua lagi.
            Edward tersenyum kecil. “ Kau sudah bisa belajar tidak membunuh charlie dan jacob. Kurasa kau akan bisa melewati ini. “
            Edward terdiam sebentar. “ Dan..”
            “ Aku rasa akan sangat membantu jika kau menghisap darah bawahan Voldemort saja.” “ Itu tidak akan merusak rekormu. Mereka toh tidak bisa dibilang manusia.”
***
            Hermione berjalan cepat-cepat melewati tangga menuju aula. Dirasakannya tangga dibawahnya bergetar. Dipercepatnya langkahnya.
Tangga bergeser persis sewaktu ia menginjakkan  kaki ke lantai. Seorang anak perempuan lain menghampirinya. Rambutnya berwarna hitam dan berwajah asia.
            “ Hai Cho.” Sapa Hermione pada anak perempuan itu. Mereka lalu berjalan menuju aula beriringan.
            “ Mana Harry dan Ron?” tanya gadis bernama Cho.
            Hermione mengangkat bahu sambil terus berjalan. “ Terakhir kali aku melihat mereka, mereka ada di tempat tidur  dengan mengenakan baju tidur.”
            Cho tersenyum.
            “ Aku menemukan koran bekas piala api di antara koran  yang akan  dibuang. “ ujar Cho “ Aku melihat Cedric.”
            Hermione duduk di salah satu bangku panjang di deretan asrama Gryfindor. Cho ikut duduk disampingnya.
            “ Cedric akan tenang sehabis pertempuran ini.” sahut Hermione pelan.
            Cho mengengguk sambil tersenyum. Dari jauh dilihatnya Harry dan Ron berlari menuju  tempat duduk. Ron langsung duduk disamping  Hermione begitu tiba.
            “ Langit gelap sekali.” Ujar Harrry sambil mendongak menatap langit buatan di atas ruangan. “ Sulit percaya bahwa sekarang masih pukul 9 pagi.”
            Cho mengangguk. “ Di luar ada dementor. Berpuluh puluh, mungkin juga ratusan.”
            “ Aku masih penasaran, mantra apa yang membuat Hogwarts bisa bertahan.”
            “ Mungkinkah ini ada hubungannya dengan guru guru tambahan itu?” tanya Ron.
            Hermione mengangkat bahu.
            “ Aku dengar mereka hanya dua orang. Dan kalau itusemua benar, mereka pasti hebat sekali. Beruntung sekali mereka berpihak kepada kita, bukannya pada pihak Voldemort.”
            “ Seberapa tua..”
            Pertanyaan Harry terputus saat  mendengar gelas dipukul dengan nyaring. Semua murid sontak duduk dengan rapi menghadap meja masing-masing. Ron menatap piring-piring di depannya yang masih kosong lalu mengeluh pelan.
            “ Mana makanan kita? Mereka menyuruh kita bertempur tanpa sarapan?”
            Hermione menyikut Ron dan menatapnya tajam. Ron terdiam dan menatap Profesor Dumbledore yang berdiri di depan mimbar.
            “ Anak-anak, kali ini aku akan memperkenalkan dua orang guru tambahan yang akan mengajarkan Mantra  Penangkal Ilmu Hitam. “
            Profesor Dumbledore mengibaskan tangannya ke arah  pintu Aula yang tertutup. Seketika itu juga pintu terbuka.dua orang berjubah masuk ke dalam ruangan. Keduanya berjalan menuju mimbar, melewati meja yang ditempati Harry. Salah satu dari sosok itu menatap Harry sekilas. Harry menatap matanya yang berwarna Orange lalu langsung berpaling. Tangannya menyentuh bekas luka di dahinya yang terasa sakit.
Kedua sosok itu sekarang sudah berada di sebelah Dumbledore. Dumbledore dan kedua sosok itu bersalaman. Sahabis bersalaman, seorang sosok maju dan membuka tudung mantelnya.
            Cho cang  menjerit. Murid-murid dengan segera ribut berbicara dengan yang lainnya.

            Di depan mimbar, berdiri seorang yang dua tahun lalu meninggal  karena melindungi Harry Potter.
            Cedric Diggory.

 okeoke , sampe segitu dulu cerita fiksi yang gaje itu , maklum , saya sekarang sedang mau berangkat ke amrik ama inggris buat konsultasi langsung ame auntie steph ddan auntie rowling .

please , do 5d ! FIGHTING !! dadah !! :D 

tambahan :
ya ampun ini lama banget kepostingnya ! udah ngulang 5 kali !! .
awas lo blog !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar